Program bantuan sosial seperti PKH dan BPNT menjadi penopang utama bagi jutaan keluarga kurang mampu di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Sosial, lebih dari 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM) telah terbantu melalui kedua program ini sepanjang tahun 2025. Memasuki tahun 2026, pemerintah terus melakukan pembaruan sistem verifikasi untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan menjangkau mereka yang benar-benar membutuhkan.
Sayangnya, masih banyak masyarakat yang kebingungan membedakan antara PKH dan BPNT serta tidak mengetahui cara mengecek status kepesertaan secara resmi. Kondisi ini diperparah dengan maraknya informasi hoax dan link palsu yang beredar di media sosial, sering kali menjebak masyarakat awam. Akibatnya, tidak sedikit warga yang tertipu atau melewatkan kesempatan mendapatkan bantuan karena ketidaktahuan prosedur yang benar.
Artikel ini menyajikan panduan lengkap cara cek penerima bansos PKH dan BPNT 2026 melalui channel resmi pemerintah. Pembahasan mencakup link resmi yang aman diakses, syarat penerima, hingga solusi jika nama tidak terdaftar dalam sistem. Semua informasi disusun berdasarkan sumber resmi Kementerian Sosial untuk memastikan akurasi dan keamanan data pribadi.
Apa Itu Bansos PKH dan BPNT?
Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan program bantuan tunai bersyarat yang diberikan kepada keluarga sangat miskin dengan tujuan utama memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Bantuan ini diberikan dengan syarat penerima memenuhi komitmen di bidang pendidikan dan kesehatan, seperti memastikan anak tetap bersekolah dan rutin memeriksakan kesehatan ke fasilitas kesehatan. PKH mencakup beberapa komponen penerima, termasuk ibu hamil atau menyusui, balita usia 0-6 tahun, anak usia sekolah SD hingga SMA, lansia berusia 60 tahun ke atas, serta penyandang disabilitas berat.
Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) memiliki fokus berbeda, yakni membantu keluarga kurang mampu memenuhi kebutuhan pangan pokok. Program ini merupakan transformasi dari program Beras Sejahtera (Rastra) yang sebelumnya berbentuk bantuan beras langsung. Melalui BPNT, penerima mendapatkan bantuan dalam bentuk saldo elektronik yang dapat digunakan untuk membeli beras, telur, dan kebutuhan pangan lainnya di e-warong atau agen bank yang ditunjuk pemerintah.
| Aspek | PKH | BPNT |
|---|---|---|
| Jenis Bantuan | Tunai bersyarat | Pangan non-tunai |
| Besaran 2026 | Rp600.000 – Rp3.000.000/tahun | Rp200.000/bulan |
| Penyaluran | Transfer ke rekening | Saldo e-wallet |
| Penggunaan | Bebas (pendidikan, kesehatan) | Khusus bahan pangan |
| Bisa Terima Keduanya? | ✅ Ya, jika memenuhi kriteria keduanya | |
Syarat dan Kriteria Penerima Bansos 2026
Untuk menjadi penerima manfaat Bansos PKH dan BPNT di tahun 2026, terdapat beberapa syarat dan kriteria yang harus dipenuhi. Pemerintah melakukan pembaruan data secara berkala untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Berikut adalah rincian lengkapnya:
Syarat Penerima PKH:
- Terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
- Memiliki komponen keluarga yang memenuhi syarat, seperti:
- Ibu hamil/menyusui
- Anak usia 0-6 tahun
- Anak usia sekolah (SD, SMP, SMA)
- Lansia usia 70 tahun ke atas
- Penyandang disabilitas berat
- Memiliki KTP-el dan Kartu Keluarga (KK) yang valid.
- Tidak berstatus sebagai ASN, TNI/Polri, atau pegawai BUMN/BUMD.
Syarat Penerima BPNT:
- Terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
- Termasuk dalam kategori keluarga miskin atau rentan miskin.
- Memiliki KTP-el dan Kartu Keluarga (KK) yang valid.
- Tidak menerima bantuan sosial pangan lain dari pemerintah pusat (tumpang tindih).
📋 Dokumen Penting: Pastikan Anda memiliki KTP elektronik dan Kartu Keluarga terbaru saat melakukan pendaftaran atau pengecekan status penerima bantuan.
Cara Cek Penerima Bansos PKH dan BPNT 2026 Secara Online
Melalui Website Resmi cekbansos.kemensos.go.id
Website cekbansos.kemensos.go.id merupakan portal resmi yang disediakan Kementerian Sosial untuk mengecek status kepesertaan bansos. Proses pengecekan sangat mudah dan tidak memerlukan registrasi akun terlebih dahulu. Pertama, buka browser dan ketikkan alamat https://cekbansos.kemensos.go.id pada kolom URL. Setelah halaman terbuka, pilih provinsi domisili pada dropdown menu pertama, lalu pilih kabupaten atau kota, kecamatan, dan desa atau kelurahan secara berurutan.
Langkah berikutnya adalah memasukkan nama lengkap sesuai yang tertera pada KTP dengan ejaan yang tepat. Ketik kode captcha yang muncul pada layar untuk verifikasi keamanan, kemudian klik tombol “Cari Data” untuk memproses pencarian. Sistem akan menampilkan hasil pencarian yang menunjukkan apakah nama tersebut terdaftar sebagai penerima PKH, BPNT, atau program bansos lainnya. Jika terdaftar, akan muncul informasi detail mengenai jenis bantuan dan status penyaluran terkini.
Melalui Aplikasi Cek Bansos
Aplikasi Cek Bansos dapat diunduh secara gratis melalui Google Play Store untuk pengguna Android atau App Store untuk pengguna iOS. Setelah mengunduh dan menginstal aplikasi, lakukan registrasi akun menggunakan NIK dan nomor HP yang terdaftar pada data kependudukan. Proses verifikasi akun biasanya memerlukan kode OTP yang dikirim melalui SMS ke nomor terdaftar. Setelah akun aktif, pengguna dapat langsung mengecek status kepesertaan bansos dengan memasukkan data yang diminta pada menu yang tersedia.
Aplikasi ini menawarkan beberapa fitur tambahan yang tidak tersedia di website, seperti notifikasi otomatis ketika ada penyaluran bantuan dan fitur pengaduan langsung. Pengguna juga dapat mengajukan permohonan update data jika terdapat ketidaksesuaian informasi pada sistem. Pastikan selalu mengunduh aplikasi dari sumber resmi dan memperbarui ke versi terbaru untuk mendapatkan fitur dan keamanan optimal.
Melalui Website DTKS
Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) merupakan basis data utama yang digunakan pemerintah untuk menentukan penerima program perlindungan sosial. Untuk mengecek apakah data keluarga sudah terdaftar di DTKS, kunjungi website https://dtks.kemensos.go.id dan ikuti petunjuk yang tersedia. Informasi yang ditampilkan di DTKS mencakup status kesejahteraan keluarga dan riwayat verifikasi data yang lebih lengkap dibandingkan portal cekbansos. Keberadaan data di DTKS menjadi syarat mutlak untuk dapat menerima berbagai program bansos dari pemerintah.
Cara Cek Penerima Bansos Secara Offline
Bagi masyarakat yang kesulitan mengakses internet, pengecekan status penerima bansos dapat dilakukan dengan mendatangi kantor desa atau kelurahan setempat. Bawalah dokumen identitas seperti KTP dan Kartu Keluarga asli untuk memudahkan petugas melakukan pencarian data. Layanan pengecekan biasanya tersedia pada jam kerja, yaitu Senin hingga Jumat pukul 08.00-15.00 waktu setempat. Petugas desa memiliki akses ke sistem SIKS-NG yang dapat menampilkan status kepesertaan bansos secara real-time.
Alternatif lain adalah mengunjungi Dinas Sosial kabupaten atau kota untuk mendapatkan informasi lebih lengkap, terutama jika ada kendala dengan data di tingkat desa. Pendamping PKH yang bertugas di wilayah masing-masing juga dapat dihubungi untuk membantu mengecek status dan memberikan informasi terkait jadwal penyaluran bantuan. Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan Call Center Kemensos di nomor 1500-566 untuk konsultasi dan pengaduan terkait bansos.
Link Resmi Cek Bansos PKH dan BPNT 2026
ℹ️ Info: Informasi ini berdasarkan pengumuman resmi Kementerian Sosial per Januari 2026. Untuk update terbaru, kunjungi situs resmi kemensos.go.id secara berkala.
| Layanan | Link Resmi | Fungsi |
|---|---|---|
| Cek Bansos | cekbansos.kemensos.go.id | Cek status penerima bansos |
| DTKS | dtks.kemensos.go.id | Data terpadu kesejahteraan |
| Kemensos | kemensos.go.id | Informasi program resmi |
| SIKS-NG | siks.kemensos.go.id | Sistem informasi kesejahteraan |
| Pengaduan | lapor.go.id | Pelaporan masalah bansos |
Cara membedakan link resmi dan palsu sangat penting untuk menghindari penipuan. Link resmi pemerintah Indonesia selalu menggunakan domain .go.id yang dikelola secara ketat oleh pemerintah. Waspadai link dengan domain mencurigakan seperti .com, .net, atau .xyz yang mengatasnamakan program bansos karena kemungkinan besar merupakan situs phishing. Jangan pernah memasukkan data pribadi seperti NIK, nomor KK, atau PIN ATM pada website yang tidak jelas kredibilitasnya.
Solusi Jika Nama Tidak Terdaftar atau Data Tidak Sesuai
Ada beberapa alasan mengapa nama seseorang tidak muncul dalam daftar penerima bansos, di antaranya belum terverifikasi dalam DTKS, data kependudukan tidak sinkron dengan Dukcapil, atau memang tidak memenuhi kriteria penerima. Kesalahan input data oleh petugas pada saat pendataan awal juga sering menjadi penyebab ketidaksesuaian informasi. Untuk mengatasinya, langkah pertama adalah mengajukan permohonan pendataan melalui RT atau RW setempat yang akan meneruskan ke kelurahan untuk proses verifikasi awal.
Proses pendaftaran calon penerima baru biasanya melalui musyawarah desa atau kelurahan yang melibatkan tokoh masyarakat setempat. Setelah diusulkan dalam musyawarah, data akan diverifikasi dan divalidasi oleh petugas Dinas Sosial sebelum diinput ke sistem DTKS. Timeline dari pengajuan hingga data masuk sistem umumnya memerlukan waktu 1-3 bulan tergantung jadwal pemutakhiran data di daerah masing-masing. Masyarakat dapat memantau progres pendaftaran melalui aplikasi Cek Bansos atau menghubungi Dinas Sosial setempat.
⚠️ Peringatan Penting: Waspadai penipuan mengatasnamakan Kemensos. Bansos resmi TIDAK DIPUNGUT BIAYA dan tidak meminta transfer uang. Laporkan oknum yang meminta uang ke lapor.go.id atau hubungi 1500-566.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
1. Apa perbedaan utama antara PKH dan BPNT?
PKH adalah bantuan tunai bersyarat yang fokus pada peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan dan kesehatan. Sementara BPNT adalah bantuan pangan non-tunai untuk memenuhi kebutuhan dasar pangan keluarga penerima manfaat. Keduanya bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran keluarga miskin.
2. Bagaimana cara mendaftar sebagai penerima PKH atau BPNT?
Pendaftaran dilakukan melalui musyawarah di tingkat desa/kelurahan. Data calon penerima akan diusulkan oleh RT/RW dan diverifikasi oleh petugas desa. Setelah disetujui, data akan diinput ke dalam DTKS. Pastikan data kependudukan Anda (NIK dan KK) sudah benar dan terdaftar di Dukcapil.
3. Berapa besaran bantuan PKH yang diterima setiap tahun?
Besaran bantuan PKH bervariasi tergantung komponen yang dimiliki keluarga. Contohnya, ibu hamil/balita menerima Rp3.000.000 per tahun, anak SD Rp900.000, anak SMP Rp1.500.000, dan anak SMA Rp2.000.000. Bantuan disalurkan secara bertahap setiap 3 bulan sekali.
4. Kemana saya harus melapor jika ada pungutan liar dalam penyaluran bansos?
Laporkan segera ke lapor.go.id atau hubungi Call Center Kemensos di nomor 1500-566. Jangan ragu untuk melaporkan tindakan korupsi atau pungutan liar yang merugikan masyarakat. Identitas pelapor akan dirahasiakan.
5. Apakah penerima BPNT bisa mencairkan bantuan menjadi uang tunai?
Tidak bisa. Bantuan BPNT hanya bisa digunakan untuk membeli bahan pangan di e-warong atau agen yang telah ditunjuk oleh pemerintah. Hal ini bertujuan agar bantuan benar-benar digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
6. Bagaimana jika saya sudah terdaftar di DTKS tapi belum menerima bansos?
Terdaftar di DTKS tidak otomatis menjamin Anda akan menerima bansos. Pemerintah memiliki kuota terbatas dan kriteria prioritas. Anda bisa mengajukan permohonan ke Dinas Sosial setempat atau melalui pendamping sosial untuk dipertimbangkan dalam proses verifikasi dan validasi data.
7. Apakah status penerima bansos bisa dicabut?
Bisa. Status penerima bansos bisa dicabut jika penerima sudah tidak memenuhi syarat, misalnya kondisi ekonomi sudah membaik, tidak lagi memiliki komponen PKH, atau terbukti melakukan kecurangan. Pemerintah secara berkala melakukan evaluasi dan pemutakhiran data penerima.
8. Apakah ada biaya administrasi untuk mencairkan dana bansos PKH?
Tidak ada. Pencairan dana bansos PKH seharusnya tidak dikenakan biaya apapun. Jika ada oknum yang meminta biaya administrasi, segera laporkan ke pihak berwajib. Dana bansos adalah hak penerima dan tidak boleh dipotong oleh pihak manapun.
9. Bagaimana cara mengubah data diri (alamat, nomor HP) jika ada perubahan?
Laporkan perubahan data diri Anda ke kantor desa/kelurahan setempat. Petugas akan membantu memperbarui data Anda di DTKS dan Dukcapil. Pastikan perubahan data juga dilaporkan ke bank penyalur jika Anda adalah penerima PKH.
10. Selain PKH dan BPNT, bantuan sosial apa lagi yang tersedia di tahun 2026?
Selain PKH dan BPNT, pemerintah juga menyalurkan berbagai bantuan sosial lainnya seperti Program Indonesia Pintar (PIP) untuk siswa, Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk jaminan kesehatan, dan bantuan disabilitas. Informasi lengkap mengenai program-program ini bisa Anda dapatkan di website resmi Kementerian Sosial.
Jadwal Penyaluran Bansos 2026
Pemerintah berupaya menyalurkan bansos PKH dan BPNT secara tepat waktu. Berikut adalah perkiraan jadwal penyaluran bansos untuk tahun 2026:
PKH:
- Tahap 1: Januari – Maret 2026
- Tahap 2: April – Juni 2026
- Tahap 3: Juli – September 2026
- Tahap 4: Oktober – Desember 2026
BPNT:
BPNT disalurkan setiap bulan. Jadwal pencairan bisa berbeda-beda di setiap daerah tergantung koordinasi antara bank penyalur dan pemerintah daerah. Pantau informasi terbaru melalui kantor desa/kelurahan atau website resmi Kementerian Sosial.
⚠️ Catatan: Jadwal di atas bersifat tentatif dan dapat berubah sewaktu-waktu. Selalu pantau informasi resmi dari Kementerian Sosial untuk mendapatkan jadwal penyaluran yang paling akurat.
Definisi dan Cara Kerja Bansos PKH dan BPNT
Untuk lebih memahami manfaat dan tujuan dari program bansos, mari kita telaah definisi dan cara kerja dari PKH dan BPNT:
Definisi Bansos:
Bantuan Sosial (Bansos) adalah program pemerintah yang bertujuan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama keluarga miskin dan rentan miskin. Bansos diberikan dalam berbagai bentuk, seperti uang tunai, barang, atau layanan, dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial dan mengurangi kesenjangan ekonomi.
Cara Kerja PKH:
PKH bekerja dengan memberikan bantuan tunai kepada keluarga yang memenuhi syarat. Bantuan ini diberikan secara bersyarat, artinya penerima harus memenuhi kewajiban tertentu, seperti memastikan anak-anak bersekolah dan memeriksakan kesehatan secara rutin. Dengan memenuhi persyaratan ini, diharapkan keluarga penerima dapat meningkatkan kualitas hidup mereka dan memutus rantai kemiskinan.
Cara Kerja BPNT:
BPNT bekerja dengan memberikan bantuan berupa saldo elektronik yang dapat digunakan untuk membeli bahan pangan di e-warong atau agen yang telah ditunjuk. Penerima BPNT akan mendapatkan kartu yang berisi saldo setiap bulan. Saldo ini hanya dapat digunakan untuk membeli bahan pangan yang telah ditentukan, seperti beras, telur, dan minyak goreng. Tujuannya adalah untuk memastikan keluarga penerima mendapatkan akses ke makanan bergizi dan terhindar dari kelaparan.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu. Selalu verifikasi dengan sumber resmi terkait.









